Minggu, 27 November 2011

Contoh Fungsi Keluarga yang paling berkesan dan mempengaruhi hidup kita

. Minggu, 27 November 2011
0 komentar

Fungsi keluarga benar - benar mempengaruhi untuk pembangunan karakter pada diri sendiri, dan yang paling berkesan dari kesan - kesan yang sudah saya dapatkan adalah:
1. Ketika saya dilahirkan
Ketika saya dilahirkan, itu merupakan hal yang paling berkesan, kedua orang tua saya tersenyum dan berharap "jadi apa nanti anak ini, beri nama apa, dan lain2". Tentu jika saya sudah tersadar dengan otak penuh seperti sekarang saya ingin berterima kasih sebesar - besarnya, meski hidup saya masih belum se beruntung mereka, saya bersyukur, karena saya juga tak menderita mereka yang lebih menderita daripada saya. Intinya, saya bersyukur bisa dilahirkan.

2. Ketika orang tua saya cerai
Senyum di antara kedua orang tua saya menghilang, saya hanya tercengan melihat mereka bertengkar setiap hari, saya pernah berjanji pada ibu saya "kalo papi maw nampar mami lagi, aku bakal ngalingin kayak gini (sambil meregangkan tangan se akan2 melindungi)". Jika saya ingat kejadian itu kembali saya merasa sedih, karena saat itu ibu saya sedang hamil adik saya, mengapa begini... mungkin memang jalannya.

mungkin masih banyak, setiap hal selalu berkesan dan mempengaruhi hidup saya, siapapun itu, dimanapun, dan kapankun. Selama suka dan duka mendampingi, saya akan selalu menganggap itu adalah kesan yang takkan terlupakan.
sekarang saya hanya untuk ibu saya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Pengalaman Aktualisasi diri

.
0 komentar

Pengalaman aktualisasi adalah pengalaman yang kita dapatkan sewaktu kita masih kecil yang tujuannya adalah untuk membentuk suatu karakter seseorang yang akan dibawanya sampai dewasa nanti. Inilah yang saya dapatkan, saya adalah seorang anak laki - laki yang terlahir di lingkungan biasa, dengan sepasang orang tua yang tadinya berbahagia, saya di timang dan di manja, sampai saatnya ibu saya hamil adik saya, orang tua saya selalu mendapatkan pertengkaran yang tidak bisa di hindari, saat adik saya lahir, maka mereka bercerai.

Pada 5 tahun saya masuk SD, saya dan adik saya di asuh oleh ibu saya sendiri, pada SD saya adalah anak yang patuh dan aktif. Pada masa SMP saya mulai melakukan kenakalan remaja, bolos sekolah dan suka membohongi orang tua, jika teman saya mempunyai banyak, hingga SMA pun saya seperti itu, tapi kini saya sadar akan hal itu.

Setelah lulus, saya lebih memilih untuk kerja membantu keluarga, dan 2 tahun terlewati, ibu saya mendapatkan suami bergelar professor, dan dia sering bekerja di luar negri, hanya 2 hari saya mendapatkan kasih sayang ayah yang datang dari malaysia itu, saya makan di restoran bersama keluarga, bernyanyi, dan belanja. Mungkin hanya itu saja...
Setelah itu dia pergi dan mencampakan orang tua saya lagi, sungguh sebenarnya saya sangat sedih melihat ibu saya. Namun ibu saya bilang, kalau saya harus kuliah, maka saya kuliah, saya seharusnya menjadi tulang punggung keluarga, tetapi saya juga berpikir saya ingin merubah hidup ini menjadi lebih baik lagi, maka saya kuliah dengan modal otak pas - pasan dan frustasi yang begitu mendalam.

Hingga sekarang, saya masih belum merasakan didik dari seorang ayah kepada saya, sehingga saya masih buta untuk meraba jati diri.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Permasalahan Sosial di Lingkungan sekitar 3

.
0 komentar

Kali ini saya akan membahas permasalahan sosial di lingkungan berkaitan dengan anti sosial, apa itu anti sosial? Orang dengan kepribadian antisosial (dulu disebut psikopat atau kepribadian sosiopatik), sering kali pria, menunjukkan acuh tak acuh dan acuh tidak punya perasaan terhadap hak dan perasaan orang lain. Mereka mengeksploitasi orang lain untuk mendapatkan materi atau kepuasan pribadi (tidak seperti penderita narsistik yang berpikir mereka lebih baik daripada orang lain).

Secara karakteristik seperti orang yang tidak bertanggung jawab. Mereka menangani rasa frustasi dengan buruk, dan seringkali bermusuhan atau kasar. Meskipun masalah atau bahaya mereka yang menyebabkan dengan sikap antisosialnya, mereka menyalahkan orang lain. Tidak jujur dan menipu meliputi hubungan mereka. Rasa frustasi dan hukuman jarang membuat mereka merubah prilakunya.

dan Bagaimana cara mengatasinya? Meskipun perbedaan pengobatan berdasarkan jenis gangguan kepribadian, beberapa prinsip umum dapat digunakan untuk semuanya.

Karena hampir semua orang dengan gangguan kepribadian tidak melihat perlunya terapi, motivasi seringkali datangnya dari orang lain.

Namun demikian, penderita dapat merespon mendukung tetapi penuh dengan konfrontasi terhadap akibat dari pemikiran dan pola prilaku mereka yang tidak tepat. Hal ini biasanya efektif bila datangnya dari teman sebaya atau psikoterapis.

Terapis berulang-ulang menunjukkan konsekwensi yang tidak diinginkan karena pola pikir dan prilaku penderita, kadang-kadang membuat batas tingkah laku, dan berulang-ulang mengkonfrontasi penderita dengan kenyataan yang ada.

Keterlibatan keluarga penderita sangat membantu dan sering penting, dorongan dari keompok dapat efektif juga. Pengobatan kelompok dan keluarga, kelompok tinggal dalam area yang dibuat, dan partisipasi dalam kelompok sosial terapetik atau dalam kelompok itu sendiri dapat menjadi hal yang berharga dalam pengobatan.

Orang dengan gangguan kepribadian terkadang mengalami kecemasan dan depresi, sehingga mereka berharap dapat disembuhkan dengan obat.

Namun demikian, kecemasan dan depresi karena gangguan kepribadian jarang disebutkan secara memuaskan oleh obat, dan gejala tersebut tampak pada orang yang menjalankan beberapa pemeriksaan kesehatan. Lagi pula, terapi obat seringkali tercampur aduk dengan penyalahgunaan obat atau percobaan bunuh diri.

Jika orang memiliki gangguan kepribadian lainnya, seperti depresi mayor, fobia, atau gangguan panik, penggunaan obat adalah tepat, meskipun mereka kemungkinan besar akan memberikan kesembuhan yang terbatas.

Perubahan kepribadian memakan waktu yang lama. Tidak ada pengobatan yang singkat dapat berhasil menyembuhkan gangguan kepribadian, tetapi perubahan tertentu mungkin terjadi lebih cepat dibanding yang lain.

Sembrono, isolasi sosial, kurang tegas atau kemarahan yang meledak dapat merespon pada terapi modifikasi prilaku. Namun demikian, psikoterapi jangka panjang (terapi wicara), dimaksudkan untuk membantu penderita mengerti penyebab kecemasan dan mengenal prilakunya yang tidak pantas, sebagai landasan untuk pengobatan lainnya.

Terkadang gangguan kepribadian, seperti narsis atau obsesif kompulsif dapat diobati dengan baik dengan psikoanalisi. Yang lain seperti jenis antisosial atau paranod jarang cocok untuk segala terapi.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Permasalahan Sosial di Lingkungan sekitar 2

.
0 komentar

Pada pembahasan sebelumnya, saya sudah membahas mengenai pencurian pada lingkungan sekitar, untuk yang kedua saya akan membahas mengenai kekerasan.
Yang dimana pada dasarnya kekerasan adalah tindak anarkis yang emosional, dan tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena kita selalu ingin hidup di lingkungan yang nyaman dan tentram, dimana tidak ada kekerasan dan anarkisme, sebagai contoh apabila ada salah paham antar tetangga maupun antar warga, dan bertambah rumit sebuah masalah itu berujung pada kekerasan, dan jika sudah emosi logika tidak terpakai, musyawarah dan mufakat pun tidak di jalankan, namun kekerasan itulah yang menjadi kunci permasalah. Tapi, tidak begitu kawan, kita sesama umat manusia harus menyayangi adapun masalah yang kita hadapi kita harus selesaikan bersama tanpa adanya kekerasan. Musyawarah serta mufakat merupakan jalan yang terbaik, karena kita juga adalah negara yang bermusyawarah bukan?

Klik disini untuk melanjutkan »»

Jumat, 07 Oktober 2011

Kata - kata pendiri Apple

. Jumat, 07 Oktober 2011
0 komentar

Kumpulan kutipan dari Steve Jobs

"Mengingat-ingat bahwa aku akan mati adalah alat yang paling penting yang pernah aku jumpai untuk membantuku membuat keputusan besar dalam hidup."
- Steve Jobs, 2005


REUTERS - Ketika Steve Jobs meninggal pada Rabu (5/10/2011) waktu Amerika, segera sejumlah ucapannya yang terkenal kembali dikenang orang. Berikut adalah kumpulannya:

Upacara Wisuda Stanford tahun 2005
“Mengingat-ingat bahwa aku akan mati adalah alat yang paling penting yang pernah aku jumpai untuk membantuku membuat keputusan besar dalam hidup. Karena nyaris semuanya, semua harapan dari luar, semua kebanggaan, semua ketakutan dan rasa malu atau kegagalan, semuanya akan musnah di hadapan maut, menyisakan apa yang penting saja. Mengingat-ingat bahwa kalian akan mati adalah cara terbaik yang saya tahu untuk terhindar dari perangkap bahwa kita akan kehilangan sesuatu. Kita semua telanjang. Tidak ada alasan untuk tak mengikuti hatimu.

Waktumu terbatas, jadi jangan sia-siakan dengan menjadi orang lain. Jangan terjebak dengan dogma, yakni hidup dengan hasil pemikiran orang lain. Jangan biarkan riuhnya opini orang lain menenggelamkan suara hatimu.”

Konferensi Allthingsd tahun 2010
“Tidak ada yang lebih menggembirakan aku ketimbang mendapat email dari seseorang yang acak di alam semesta ini, yang baru saja membeli iPad di Inggris dan menceritakan kepadaku bahwa itu adalah produk terkeren yang pernah mereka bawa pulang ke rumah. Itulah yang membuat aku terus berjalan. Itu yang membuat aku terus berjalan lima tahun lalu, itu yang membuat aku terus berjalan 10 tahun lalu, ketika semua pintu nyaris tertutup. Itu juga yang akan membuat aku terus berjalan lima tahun ke depan, tak peduli apa yang akan terjadi.”

Wawancara dengan majalah Playboy tahun 1985
“Aku pikir aku belum pernah bekerja sekeras ini untuk sesuatu, tapi bekerja di Macintosh adalah pengalaman paling hebat dalam hidupku. Nyaris semua orang yang bekerja di sana akan bilang seperti itu. Tidak ada dari kami yang ingin melepaskannya. Sulit buat menerima bahwa seketika sesuatu lepas dari tangan, maka kita tidak aakn memilikinya lagi. Ketika kami akhirnya mempresentasikannya di depan rapat pemegang saham, semua orang di ruangan itu berdiri dan bertepuk tangan selama lima menit.

"Yang mengagumkan buat aku adalah aku bisa melihat tim Mac di beberapa baris terdepan. Sangat sulit, sampai tidak ada dari kami yang percaya bahwa kami akhirnya menyelesaikannya. Semua orang kemudian menangis.”

Peluncuran produk Apple Juni 2011
“Satu hal lagi...”

Wawancara dengan Business Week tahun 2004

“Inovasi datang ketika orang-orang bertemu di lorong atau ketika mereka saling memanggil untuk memberi tahu idenya pada pukul 10.30 malam, atau ketika mereka menyadari sesuatu bisa menambal lubang yang sudah kami pikirkan perihal suatu masalah. Rapat mendadak bisa dibuat ketika ada enam orang yang dipanggil seseorang yang berpikir kalau dia sudah menemukan hal terkeren dan dia ingin tahu pendapat orang lain tentang idenya.

(Inovasi) datang juga dari kata tidak kepada 1.000 hal untuk memastikan kami tidak menempuh jalan yang salah atau terlalu banyak melakukan sesuatu. Kami selalu berpikir tentang pasar baru yang bisa kami masuki, tapi itu cuma bisa dengan mengatakan tidak sehingga Anda bisa berkonsentrasi pada satu hal yang sangat penting.”

Wawancara dengan Majalah Fortune tahun 2000
“Posisiku saat aku kembali ke Apple adalah ketika industri ini sedang dalam koma. Ini mengingatkan saya kepada Detroit di tahun 1970-an, di mana mobil Amerika seperti kapal yang diberi roda.”

Komentar kepada reporter New York Times yang menanyakan kesehatannya tahun 2008
“Anda pikir aku arogan yang berpikir bisa menang dari hukum, dan aku pikir Anda seperti ember kotoran yang fakta-faktanya salah.”

Wawancara dengan Wired tahun 1996
“Teknologi bisa membuat hidup lebih mudah, bisa membuat kita menyentuh seseorang yang mungkin tidak terpikir. Anda bisa punya anak dengan cacat dari lahir dan bisa berhubungan dengan orang tua dan grup penyokong lain, memperoleh informasi medis dan uji coba obat terbaru. Hal-hal seperti itu bisa memengaruhi hidup secara mendalam. Aku tidak meremehkannya. Tapi terus menerus meletakannya secara radikal dengan harapan ini akan mengubah segalanya. Benda-benda tidak harus mengubah dunia jadi sesuatu yang penting.”

Diterjemahkan oleh Arya Perdhana

Klik disini untuk melanjutkan »»

Senin, 03 Oktober 2011

9 Aktor yang menolak peran besar

. Senin, 03 Oktober 2011
0 komentar

Terjemahan oleh Yogi Cerdito

Tidak mudah bagi seorang pemain film untuk memilih karakter yang akan dimainkannya. Dia harus jeli menemukan cerita, berharap sutradara dan para pemain lainnya juga berbakat, dan yang terpenting, semoga penonton menyukai film dan karakter yang dimainkannya.

Ada beberapa pemain film Hollywood yang salah mengambil keputusan untuk ikut serta dalam sebuah film, yang berujung pada penurunan ketenaran dan penyesalan. Ini dia!

Julia Roberts

Jika saja bintang “Pretty Woman” ini tidak menganaktirikan pasar komedi romantis, Julia Roberts masih bisa menjadi bintang melalui film “Sleepless in Seattle”, “Shakespeare in Love” dan “While You Were Sleeping”. Ketenarannya terpaksa diambil alih oleh Meg Ryan, Gwyneth Paltrow dan Sandra Bullock. Bukan itu saja, Julia pun menolak ajakan bermain di film thriller erotis “Basic Instinct” yang membawa harum nama Sharon Stone di tahun 1992.

Bruce Willis



Popularitas Bruce Willis akan lebih baik jika saja dia tidak menolak menjadi hantu di film “Ghost” yang akhirnya diperankan Patrick Swayze. Mungkin dia menyadari kesalahannya itu, sehingga rela bermain di “The Sixth Sense”.

David Schwimmer


Serial televisi “Friends” sangat terkenal di tahun ‘90-an, dan sejak itu semua pemeran selalu mendapat tawaran bermain di film-film. Sayang sekali, Schwimmer harus menelan ludah karena dia menolak berperan sebagai J, agen muda dalam film “Men in Black”. Menurutnya peran itu bukan untuknya, dan memberikan kesempatan untuk Will Smith mengambil alih. Sayangnya, justru berawal dari J, kemampuan berakting Will Smith tersebar ke seluruh dunia.

Sir Sean Connery


Aktor Skotlandia ini membuat beberapa kesalahan dalam memilih film yang dimainkannya. Ini fatal karena seharusnya dia berkesempatan menjadi bagian dalam dua film berseri terbesar dalam sejarah.

Sebenarnya Connery merupakan aktor pertama yang ditawari berperan sebagai Gandalf dalam “Lord of the Ring” sebelum diambil alih oleh Sir Ian McKellen. Entah apa yang menyebabkan dia berpikir untuk tidak mengambil peran ini. Mungkin dia tidak mengerti naskah yang diberikan.

Tidak hanya itu, tawaran menjadi Morpheus di “The Matrix” pun disia-siakannya karena dia tidak mengerti inti cerita film ini.

Ketakutan salah mengambil keputusan lagi, dia memutuskan berperan di “League of Extaordinary Gentleman” yang justru membuatnya pensiun dari dunia akting.

Will Smith

Sir Sean Connery ternyata bukan satu-satunya aktor yang bingung dengan naskah “The Matrix”. Will Smith melewatkan kesempatan berperan sebagai Neo, peran yang mengangkat nama Keanu Reeves.

Smith kemudian berdalih, “Anda tahu, ‘The Matrix’ adalah konsep yang sulit untuk dipahami. Saya melihat kemampuan Keanu, jika saya memerankannya, saya akan mengacaukan film itu. Saya tidak cukup pintar untuk memerankannya. Biarlah film dan sutradaranya yang bercerita.”

Joaquin Phoenix


Sebelum Joaquin Phoenix menuai pujian di “Gladiator”, dia sempat putus asa membuat prestasi di film layar lebar setelah penampilannya di “To Die For” beberapa tahun sebelumnya.

Selain menolak peran di film horor remaja “Scream”, dia pun tidak mengambil dua peran besar di tahun ‘90-an. Dia pernah bertemu dengan Paul Thomas Anderson untuk membicarakan peran utamanya di “Boogie Nights”. Ketika Anderson terpukau dengan Phoenix, sang aktor malah tidak yakin pada perannya sebagai aktor porno di film itu (akhirnya diberikan kepada Mark Wahlberg).

Sebenarnya ada kesempatan bagi Phoenix untuk memainkan tokoh Ed Norton dalam “American History X”. Namun karena dia tidak menyukai tokoh yang akan diperankan, dia pun menolak.

Alec Baldwin

Alec Baldwin harus puas hanya mengumpat ke Harrison Ford. Bintang serial “30 Rock” itu pernah ditawari memerankan Jack Ryan, analis CIA dalam thriller “The Hunt for Red October”. Karena dilaporkan takut tidak mendapat cukup box office untuk membawanya berperan sebagai James Bond, akhirnya ditunjuklah Ford untuk memerankan Jack Ryan.

Keadaan bertambah buruk saat dia menolak bermain sebagai Dr Richard Kimble dalam versi film dari serial yang terkenal tahun ’60-an “The Fugitive”, dan lagi-lagi jatuh ke tangan Ford.

Tom Hanks



Hanks sebenarnya mendapat tawaran menjadi pemeran utama di “Field of Dreams” dan “Shawshank Redemption”, namun ternyata dia tolak.

Keduanya sebenarnya mampu membuat Hank menjadi idola semua orang, namun akan seperti apakah “Jerry Maguire” jika Hanks memerankan tokoh sebagai agen olahraga yang arogan?

Kita tidak pernah tahu saat Camreon Crowe memilih pilihan keduanya saat Hanks menolak ajakan Crowe. Akhirnya, peran Tom Cruise pun tidak diragukan lagi.

Warren Beatty


Warren Beatty terlibat dalam film-film hebat, dan beberapa yang tidak (ada yang ingat “Dick Tracy”?). Bagaimanapun, dia tidak terlalu pintar memilih naskah. Menolak peran sebagai Burt Reynold dalam “Boogie Nights” dan tidak jadi bermain di film “Misery”. Dia juga melewatkan tokoh yang dimainkan Robert Redford dalam “The Sting” dan juga peran dari Gordon Gekko di “Wall Street”.

Tunggu, ada lagi. Beatty pun merasa bahwa peran sebagai Bill dalam “Kill Bill” karya Quentin Tarantino tidak tepat untuknya.

Klik disini untuk melanjutkan »»

Kamis, 29 September 2011

Galeri : Video agnes monica terbaru berjudul "RINDU"

. Kamis, 29 September 2011
0 komentar


aku cuma bisa berkata "WOW" di foto yang ini






cantiknya agnesku, wuhuuuu suaranya juga bagus, i like it :)

Klik disini untuk melanjutkan »»
 
Namablogkamu is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com